Scroll to top

Pusat Bantuan 085338409193

SehatSiKecil

ASI EKSKLUSIF
ASI EKSKLUSIF

Senin, 16 Feb 2026, 09:17:16 WIB / By Admin

ASI EKSKLUSIF

Keterangan Gambar : Tips Posisi menyusui


ASI Ekslusif

        ASI eksklusif didefinisikan sebagai pemberian ASI tanpa suplementasi makanan maupun minuman lain kecuali obat. Setelah 6 bulan ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan mineral seperti zat besi, seng sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus diberikan MP ASI (makanan pendamping ASI ) yang kaya zat besi. Bayi prematur, bayi dengan berat lahir rendah, dan bayi yang memiliki kelainan hematologi tidak memiliki cadangan besi adekuat pada saat lahir umumnya membutuhkan suplementasi besi sebelum usia 6 bulan, yang dapat diberikan bersama dengan ASI eksklusif. Yang perlu dipahami dalam pemberian ASI adalah produksi ASI yang tidak selalu sama setiap harinya; yaitu antara 450 - 1200 ml per hari, sehingga bila dalam 1 hari dirasakan produksinya berkurang, maka belum tentu akan begitu seterusnya. Bahkan pada 1-2 hari kemudian jumlahnya akan melebihi rata-rata sehingga secara kumulatif akan mencukupi kebutuhan bayi.

Nutrisi yang terkandung di dalam ASI cukup banyak dan bersifat spesifik pada setiap ibu. Komposisi ASI dapat berubah dan berbeda dari waktu ke waktu disesuaikan dengan kebutuhan bayi sesuai usianya. Berdasarkan waktunya, ASI dibedakan menjadi tiga stadium, yaitu:

1.      Kolostrum (ASI hari1-7)

Kolostrum merupakan susu pertama keluar, berbentuk cairan kekuningan yang diproduksi beberapa hari setelah kelahiran dan berbeda dengan ASI transisi dan ASI matur. Kolostrum mengandung protein tinggi 8,5%, sedikit karbohidrat 3,5%, lemak 2,5%, garam dan mineral 0,4%, air 85,1%, dan vitamin larut lemak. Kandungan protein kolostrum lebih tinggi, sedangkan kandungan laktosanya lebih rendah dibandingkan ASI matang. Selain itu, kolostrum juga tinggi imunoglobulin A (IgA) sekretorik, laktoferin, leukosit, serta faktor perkembangan seper faktor pertumbuhan epidermal. Kolostrum juga dapat berfungsi sebagai pencahar yang dapat membersihkan saluran pencernaan bayi baru lahir. Jumlah kolostrum yang diproduksi ibu hanya sekitar 7,4 sendok teh atau 36,23 mL per hari. Pada hari pertama bayi, kapasitas perut bayi ≈ 5-7 mL (atau sebesar kelereng kecil), pada hari kedua ≈ 12-13 mL, dan pada hari kega ≈ 22- 27 mL (atau sebesar kelereng besar/gundu). Karenanya, meskipun jumlah kolostrum sedikit tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi baru lahir.

2.      ASI masa transisi (ASI hari 7-14)
ASI ini merupakan transisi dari kolostrum ke ASI matur. Kandungan protein makin menurun, namun kandungan lemak, laktosa, vitamin larut air, dan volume ASI akan makin meningkat. Peningkatan volume ASI dipengaruhi oleh lamanya menyusui yang kemudian akan digantikan oleh ASI matur.

3.      ASI Matur
ASI matur merupakan ASI yang disekresi dari hari ke-14 seterusnya dan komposisinya relatif konstan. ASI matur, dibedakan menjadi dua, yaitu susu awal atau susu primer, dan susu akhir atau susu sekunder. Susu awal adalah ASI yang keluar pada setiap awal menyusui, sedangkan susu akhir adalah ASI yang keluar pada setiap akhir menyusui. Susu awal, menyediakan pemenuhan kebutuhan bayi akan air. Jika bayi memperoleh susu awal dalam jumlah banyak, semua kebutuhan air akan terpenuhi Susu akhir memiliki lebih banyak lemak daripada susu awal, menyebabkan susu akhir kelihatan lebih putih dibandingkan dengan susu awal. Lemak memberikan banyak energi; oleh karena itu bayi harus diberi kesempatan menyusu lebih lama agar bisa memperoleh susu akhir yang kaya lemak dengan maksimal. Komponen nutrisi ASI berasal dari 3 sumber, beberapa nutrisi berasal dari sintesis di laktosit, beberapa berasal dari makanan, dan beberapa dari bawaan ibu.


Apabila bayi diberi air putih atau cairan lainnya, bayi akan cepat merasa kenyang sehingga jarang menyusu. Jika bayi jarang menyusu akan berisiko mengurangi produksi ASI. Selain itu, bayi yang diberikan air putih atau cairan lainnya bisa terkena diare. Ingat ya,

  • ASI eksklusif artinya bayi hanya diberikan ASI saja, tanpa ada tambahan makanan dan minuman lainnya (kecuali obat obatan dalam bentuk sirup), dan diberikan saat bayi berumur 0 hingga 6 bulan
  • Pada usia ini, bayi tidak membutuhkan makanan lain, kecuali ASI
  • Bayi tidak perlu diberikan air putih atau makanan lainnya selama periode 6 bulan pertama usianya. Kebutuhan gizi bayi dapat tercukupi dengan memberikan ASI saja hingga usia 6 bulan
  • Berikan ASI setiap bayi meminta dan tidak berdasarkan jam atau waktu pemberian
  • Pantau pertumbuhan bayi rutin setiap bulan
  • Pastikan pola makan ibu menyusui tercukupi kebutuhan gizinya

Manfaat Diberikan ASI dan Risiko Tidak diberi ASI

  • ASI Merupakan makanan terbaik bagi bayi (zat gizi lengkap)
  • ASI melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi
  • ASI dibutuhkan untuk perkembangan otak dan mata bayi
  • ASI mencegah Penyakit Tidak Menular saat dewasa
  • ASI meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup ibu
  • ASI meningkatkan Bonding antara Bayi dan Ibu

Risiko jika Tidak diberi ASI

  • Bayi berisiko terserang penyakit infeksi
  • Bayi mengalami masalah gizi
  • Bayi lebih beresiko mengalami alergi dan intoleransi laktosa
  • Bayi memiliki resiko lebih untuk mengalami penyakit kronis (Obesitas dan Diabetes) saat dewasa

 

Faktor Penyebab Penurunan ASI Eksklusif di bulan ke-3 pada bayi 0-5 bulan antara lain:

  • Kurangnya dukungan keluarga
  • Ibu Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan
  • Fasilitas Waktu dan Tempat Memerah ASI yang kurang memadai

ILO (International Labour Organization) merekomendasikan Cuti Melahirkan Selama 14 Minggu kepada 170 Negara Termasuk Indonesia.

Praktik Baik Dukungan Menyusui pada Ibu Bekerja

India mengalami peningkatan capaian ASI Eksklusif yang cukup signifikan dari tahun 2015-16 (NFHS4) 65% menjadi 76% pada tahun 2019-21 (NFHS5). Salah satu faktor peningkatan cakupan ASI Eksklusif adalah dikeluarkannya kebijakan terkait ibu bekerja, antara lain:

  • Memberikan waktu untuk istirahat kepada ibu yang masih menyusui anaknya pada jam kerja tanpa memotong gaji sampai anak berusia 14 bulan
  • Penyediaan sarana tempat penitipan anak yang dekat dengan tempat bekerja ibu (maksimal 500 m)
  • Ibu diberikan kesempatan mengunjungi anaknya sebanyak maksimal 4 kali/hari di tempat penitipan anak untuk menyusui pada jam kerja tanpa memotong gaji

Bentuk Dukungan Kepada Ibu Bekerja

Peran Ayah:

  • Menggendong
  • Bermain bersama anak
  • Memijat Ibu
  • Membantu pekerjaan rumah
  • Memandikan Anak
  • Mengganti Popok

Peran Keluarga:

  • Membantu memberikan ASI perah kepada bayi ketika ibu bekerja
  • Memberikan dukungan psikologis  kepada ibu
  • Membantu ibu mengasuh anak
  • Membantu pekerjaan rumah

Peran Atasan dan Teman:

  • Berikan Waktu untuk Memerah ASI
  • Beri dukungan psikologis kepada Ibu

Peran Tenaga Kesehatan:

  • Berikan Konseling Menyusui dan PMBA kepada Ibu
  • Berikan Informasi pada saat Kehamilan untuk Mempersiapkan Menyusui

Peran Pemerintah: 

  • Mengeluarkan regulasi yang berpihak pada ibu bekerja untuk terus bisa menyusui
  • Sosialisasi praktik pemberian ASI pada ibu bekerja
  • Pembinaan dan Pengawasan kepada dunia usaha untuk mending praktik menyusui pada ibu bekerja

Peran Instansi/Kantor/Manajemen: 

  • Berikan waktu untuk menyusui/memerah ASI
  • Membuat Ruangan Ramah Ibu dan Anak untuk Menyusui/Memerah ASI
  • Berikan Cuti Sesuai Rekomendasi Pemerintah
  • Berikan Hak Gaji Ibu Cuti Melahirkan
  • Berikan Cuti Bagi Ayah Untuk Menemani Persalinan



Video Terkait: